Indosat Raih Peringkat AAA Fitch Ratings dan Siap Perluas Jaringan 5G

Rabu, 09 September 2026 | 01:13:32 WIB
Ilustrasi Gerai Indosat.

JAKARTA — Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia kembali menetapkan peringkat nasional jangka panjang bagi PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison pada posisi AAA(idn) yang disertai outlook stabil.

Lewat laporan keterbukaan informasi, Fitch turut mengonfirmasi peringkat AAA(idn) untuk beberapa instrumen surat utang yang diterbitkan ISAT, mencakup Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I dan II, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I dan II.

"Peringkat Nasional 'AAA' menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Fitch dalam skala Peringkat Nasional untuk negara tersebut," tulis Direktur Fitch Ratings Indonesia Olly Prayudi, dikutip Rabu (9/9/2026).

Sebagai catatan, predikat AAA disematkan bagi emiten maupun penerbitan obligasi yang dinilai memiliki estimasi risiko gagal bayar paling minim.

Mengenai ekspansi bisnis terkini, ISAT membeberkan bahwa pengembangan prasarana jaringan, termasuk Indosat5G, bakal direalisasikan bertahap melalui pemetaan wilayah berdasarkan kerapatan trafik, jumlah pelanggan, kesiapan ekosistem, dan manfaat pengguna.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengungkapkan bahwa strategi ini diterapkan untuk memastikan tiap alokasi investasi jaringan sanggup menghadirkan dampak positif nyata bagi para konsumen saat ini.

“Sekaligus memperkuat fondasi transformasi Indosat menjadi AI TechCo dan membangun infrastruktur digital yang siap mendukung kebutuhan Indonesia di masa depan,” kata Desmond kepada Bisnis baru-baru ini.

Desmond menambahkan, aksi strategis ini berjalan seiring dengan spirit #LebihBaikIndosat untuk mendorong pemberdayaan masyarakat lewat pemanfaatan teknologi serta perluasan adopsi AI guna menyokong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Mengimbangi pesatnya kebutuhan digital dan ekosistem AI, Indosat terus memperkukuh fondasi konektivitas via optimalisasi investasi jaringan yang terukur.

Langkah efisiensi tersebut memperhitungkan variabel kepadatan trafik, persebaran pengguna, mutu layanan, ketersediaan ekosistem, hingga tingkat efektivitas belanja modal.

Strategi penting lainnya ditunjukkan perusahaan dengan mengamankan pasokan tambahan spektrum sebesar 80 MHz di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Tambahan spektrum ini difungsikan untuk memperkuat kapasitas daya tampung, memperluas cakupan wilayah, serta mengerek kualitas koneksi.

Frekuensi 700 MHz unggul dalam menjangkau wilayah geografis yang lebih luas secara efisien, sedangkan frekuensi 2,6 GHz difokuskan untuk menyokong lonjakan kapasitas di kawasan bertrafik padat.

“Dengan kombinasi ini, kami dapat mengalokasikan kapasitas jaringan secara lebih optimal sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat nyata bagi pelanggan,” kata Desmond.

Terkini