Bank Mandiri Bikin Pasar Senang, Dividen Interimnya Tembus Rp6,16 T

Rabu, 09 September 2026 | 18:21:01 WIB
Bank Mandiri membagikan dividen interim senilai Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.

JAKARTA – Pembagian dividen interim senilai Rp6,16 triliun dinilai memperkuat daya tarik saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di tengah kinerja perseroan yang tetap solid.

Pembagian sebesar itu disebut sebagai gambaran nyata dari kuatnya profitabilitas sekaligus kapasitas permodalan yang dimiliki Bank Mandiri, sebagaimana disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta.

"Pembagian dividen interim BMRI sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham menunjukkan kuatnya kapasitas profitabilitas dan permodalan Bank Mandiri," ujar Nafan.

Menurutnya, kebijakan pembagian dividen tersebut sekaligus menegaskan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja perseroan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK) yang masing-masing menembus 17,6% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan itu, lanjutnya, turut mendorong kenaikan laba bersih Bank Mandiri sebesar 22,3% YoY. Pada saat bersamaan, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross yang berada di level 1%.

Nafan menilai kemampuan Bank Mandiri membagikan dividen di tengah gencarnya ekspansi kredit menunjukkan perseroan memiliki ruang permodalan yang memadai, baik untuk menjalankan ekspansi maupun memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Sepanjang kalender 2026, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri tercatat mencapai sekitar Rp50,63 triliun atau setara Rp542,95 per saham. Jumlah itu terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham, serta dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.

Besarnya distribusi tersebut membuat BMRI dinilai menarik dari sisi pendapatan melalui dividen maupun potensi pertumbuhan harga saham.

"Pembagian dividen interim juga berpotensi meningkatkan investor confidence dan menjaga daya tarik BMRI bagi investor institusi maupun ritel," kata Nafan.

Dari sisi fundamental, Nafan masih melihat prospek BMRI yang positif. Pertumbuhan kredit dua digit, ekspansi ke sektor produktif, serta kemampuan menjaga kualitas aset dan likuiditas menjadi katalis utama bagi kinerja perseroan.

"Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor, termasuk valuasi saham, arah suku bunga, kualitas aset, dan keberlanjutan pertumbuhan kredit," pungkasnya.

Terkini