Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:23:31 WIB
Gojek dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerja sama untuk menata dan memodernisasi Stasiun Bogor [FOTO: NET].

JAKARTA — Gojek dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalin kemitraan guna menata sekaligus memodernisasi kawasan Stasiun Bogor. Langkah kolaborasi ini dieksekusi demi menyajikan pengalaman mobilitas perjalanan yang aman, tertib, dan nyaman.

Kesepakatan tersebut diresmikan lewat agenda Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gojek dan KAI Group.

Kemitraan yang telah terjalin sejak 2022 tersebut kini kian diperkuat, melalui langkah penataan kawasan Stasiun Bogor serta penyediaan integrasi mobilitas antarmoda.

Chief of Partnership GoTo Henky Prihatna berharap sinergi ini sanggup mempermudah pergerakan perjalanan masyarakat.

"Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan. Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek,” kata Henky di Bogor pada Senin (7/9/2026).

Henky menguraikan, dalam rangka mewujudkan sarana transportasi yang lebih terintegrasi, Gojek menyediakan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant di area stasiun, termasuk Stasiun Bogor.

Titik jemput tersebut terhubung langsung dengan fitur Instant di aplikasi, sehingga para pengguna KRL Commuter Line dapat segera melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu alur penjemputan.

Langkah ini sekaligus menopang penataan kawasan Stasiun Bogor agar aktivitas naik-turun penumpang dapat berlangsung lebih tertib.

"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor," kata Henky.

Di lain sisi, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin berharap sinergi bersama Gojek mampu meningkatkan konektivitas mobilitas masyarakat.

Terlebih, Stasiun Bogor berkedudukan sebagai simpul mobilitas warga urban dengan angka penumpang menyentuh kisaran 130.000 orang per hari, melonjak dibanding periode sebelumnya yang bertengger di angka 100.000 penumpang.

"Kami harapkan dengan konsep konektivitas ini tidak hanya ada KRL saja. Juga ada nanti Trans Pakuan, kemudian ada angkutan daring. Bahkan kami sedang membicarakan bagaimana kalau kami menginisiasi konsep LRT perkotaan di Bogor," kata Bobby.

Jajaran KAI Group menegaskan bahwa penataan kawasan Stasiun Bogor tidak cuma berfokus pada layanan KRL semata, melainkan memadukan beragam moda transportasi, melingkupi Trans Pakuan, transportasi daring, hingga rencana pengembangan LRT perkotaan di Bogor.

Langkah tersebut diamini oleh Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, yang mengutarakan keberadaan beraneka moda transportasi sebagai bagian dari penataan kawasan serta mobilitas penumpang di Stasiun Bogor.

"Nanti kami menata ulang secara keseluruhan (Stasiun Bogor) dan kemudian akan menjadikan identitas Bogor yang lebih hebat lagi. Kami juga harus coba tata transportasi untuk distribusi penumpang. Artinya tetap ada yang pakai kendaraan transportasi publik massal, tetapi juga ada yang daring," kata Dedie.

Kolaborasi antara Gojek dan KAI telah terbangun sejak 2022 lewat fitur GoTransit, yang memadukan layanan GoRide dan GoCar dengan KRL Commuterline.

Kerja sama ini kembali diperkokoh melalui penataan kawasan stasiun serta penyediaan titik jemput Instant.

Sinergi Gojek dan KAI turut membuka peluang integrasi yang lebih luas pada ekosistem KAI Group.

Bentuk kolaborasi ini mencakup pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, penjajakan integrasi teknologi Gojek dan GoPay pada aplikasi KAI Access, hingga bermacam layanan dan unit usaha di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik (PT Kereta Api Logistik) dan KAI Service (PT Reska Multi Usaha).

Terkini