BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tekan Karhutla di Jateng

Selasa, 08 September 2026 | 20:28:32 WIB
Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan water bombing [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengurangi sebaran abu vulkanik di udara. 

Langkah tersebut ditempuh dengan memicu presipitasi hujan guna membasahi areal lahan, memadamkan sisa-sisa titik api, serta meluruhkan abu vulkanik dari atmosfer. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko gangguan kualitas udara maupun jarak pandang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan memaparkan bahwa pelaksanaan OMC dijalankan menyusul rentetan insiden karhutla di Jawa Tengah hingga Minggu (6/9/2026).

Di Kabupaten Klaten, insiden kebakaran menghanguskan area seluas 2 hektare di Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat. Kobaran api yang terpantau sejak pukul 14.20 WIB tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada pukul 16.30 WIB.

Sementara itu, kebakaran di Kabupaten Sragen melahap 4 hektare lahan yang berlokasi di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe. Peristiwa yang muncul pada pukul 15.30 WIB itu sanggup ditanggulangi oleh personel gabungan BPBD, TNI, Polri, beserta relawan pada hari yang sama.

Karhutla turut melanda Kabupaten Banyumas, yaitu di Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang; Desa Wlahar, Kecamatan Wangon; serta Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas. Akumulasi lahan yang terbakar menyentuh 6,05 hektare dan seluruhnya sukses dipadamkan pada pukul 14.15 WIB.

Rangkaian peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Akan tetapi, kondisi lahan yang kian mengering masih menyimpan potensi memicu titik api susulan.

Menyikapi situasi tersebut, BNPB memusatkan operasional OMC di Pangkalan Udara Ahmad Yani, Semarang, dengan menerjunkan armada pesawat Cessna bernomor registrasi PK-SNH.

Berton menyampaikan bahwa BNPB mengeksekusi operasi tersebut berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi Jawa Tengah. Konsolidasi dilakukan demi memantau pergerakan awan, pemetaan titik rawan karhutla, hingga sebaran abu vulkanik secara real-time.

Pelaksanaan OMC memasuki misi penerbangan Sorti 1 pada Senin (7/9/2026). Tim Flight Scientist melangsungkan penyemaian awan di area pesisir Cilacap, Banyumas, serta Brebes, pada posisi radial 240–260 derajat dengan rentang jarak 80–90 nautical miles (nm) dari Semarang.

Pada penerbangan itu, BNPB menyemai 1.000 liter bahan berupa perpaduan air dan kalsium klorida (CaCl2) pada ketinggian 9.000 kaki. Penaburan diarahkan ke hamparan awan Cumulus yang memiliki puncak pada ketinggian 9.000 kaki dan dasar 6.000 kaki. Pada pukul 16.18 WIB, pergerakan angin tercatat bertiup dari arah timur-timur laut dengan kecepatan 5–8 knot.

Material kalsium klorida dimanfaatkan sebagai Cloud Condensation Nuclei (CCN) atau inti kondensasi awan. Senyawa tersebut berperan sebagai media menempelnya uap air untuk mengembun sehingga membantu mempercepat proses pembentukan dan penggabungan butiran air hingga meluruh sebagai hujan.

"Curahan hujan yang terbentuk diharapkan dapat membasahi lahan, memadamkan sisa karhutla, sekaligus meluruhkan abu vulkanik dari atmosfer," ujar Berton dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Di samping penyemaian awan, BNPB turut menyiagakan skema penyemprotan kabut air (watermist) yang dikombinasikan dengan surfaktan untuk merespons kondisi atmosfer tertentu. Berbeda dari teknik penyemaian awan, metode watermist dan surfaktan tidak difungsikan sebagai CCN demi memicu presipitasi hujan.

Pendekatan tersebut ditujukan guna membasahi serta mengikat partikel debu vulkanik di udara supaya bebannya kian berat lalu jatuh ke permukaan bumi.

Lewat kombinasi dua skema tersebut, OMC Jawa Tengah difokuskan untuk meredam dua ancaman sekaligus, yakni potensi karhutla dan sebaran abu vulkanik. BNPB mengimbau warga agar tetap tenang dan mematuhi arahan keselamatan dari BPBD setempat, termasuk pemakaian masker bilamana dibutuhkan.

Terkini