Piutang Pembiayaan Leasing Tumbuh 2,01 Persen Capai Rp513,05 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 04:24:01 WIB
Ilustrasi Kredit Kendaraan.

JAKARTA — Piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan atau multifinance berhasil menyentuh angka Rp513,05 triliun pada periode Juli 2026. Nilai penyaluran kredit di industri leasing tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 2,01% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan posisi Juli 2025 yang senilai Rp502,95 triliun.

Berdasarkan data industri perusahaan pembiayaan, laju pertumbuhan piutang pembiayaan ini terus melanjutkan tren positif sepanjang kurun waktu 2026. Pada Desember 2025, piutang pembiayaan berada di angka Rp506,50 triliun, lalu bergerak naik menjadi Rp511,26 triliun pada Juni 2026.

Dengan pencapaian tersebut, nilai piutang pembiayaan pada Juli 2026 secara bulanan mengalami peningkatan sekitar Rp1,79 triliun atau naik 0,35% jika disandingkan dengan posisi Juni 2026.

"Hal ini ditopang oleh peningkatan modal kerja yang tumbuh 6,32% [YoY]," kata Agusman menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/2026).

Meskipun laju pembiayaan menunjukkan pertumbuhan, kualitas kredit yang disalurkan mulai memperlihatkan adanya tekanan. Indikator non-performing financing (NPF) gross tercatat merambat naik ke level 3,03% pada Juli 2026 dari posisi 2,52% pada Juli 2025.

Capaian rasio NPF gross tersebut juga terpantau lebih tinggi bila dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang berada pada angka 2,51% serta posisi Juni 2026 yang sebesar 3,01%.

Berbeda halnya dengan pergerakan NPF gross, indikator NPF net pada perusahaan pembiayaan dinilai masih relatif terjaga. Pada Juli 2026, nilai NPF net berada di level 0,81%, atau tetap stabil jika dibandingkan dengan posisi pada Juni 2026.

Tingkat rasio tersebut bahkan tercatat lebih rendah apabila disandingkan dengan periode Juli 2025 yang sempat berada di angka 0,88% maupun posisi Desember 2025 yang berada di level 0,77%.

Dilihat dari kondisi struktur permodalan, gearing ratio industri perusahaan pembiayaan bertengger pada level 2,10 kali pada Juli 2026.

Angka rasio tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan capaian periode Juli 2025 yang sebesar 2,21 kali serta posisi Desember 2025 yang di angka 2,18 kali. Sementara itu, pada Juni 2026, gearing ratio tercatat berada di posisi 2,14 kali.

Terkini