Rupiah Ditargetkan Berada di Rentang Rp17.600-Rp17.750/US$ Pekan Ini

Senin, 07 September 2026 | 22:15:02 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran uang atau money [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergulir pada kisaran Rp17.600 – Rp17.750 per dolar AS pada pekan depan. Di sisi lain, rupiah sempat mengukir tren apresiasi sepanjang beberapa hari terakhir terdorong oleh pelemahan indeks dolar AS menyusul hembusan sinyal dovish dari bank sentral AS, The Fed.

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026), posisi rupiah menguat 0,21% atau bertambah 37 poin ke tingkat Rp17.642 per dolar AS. Posisinya ini mengindikasikan apresiasi sebesar 0,28% atau naik 50 poin sepanjang rentang sepekan terakhir.

Melansir laporan Trading Economics, kurs dolar AS sedang berada dalam guncangan akibat meredanya ekspektasi pasar atas potensi kenaikan suku bunga The Fed.

"Pergerakan ini terjadi seiring melemahnya dolar AS setelah para pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini, menyusul pernyataan bernada dovish dari seorang pejabat bank sentral," tulis laporan tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Melihat kondisi domestik, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa laju inflasi nasional tetap terjaga serta mendorong hadirnya kolaborasi yang makin solid antara pemerintah, bank sentral, pelaku industri, dan para ekonom demi menyokong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, publikasi tersebut menyebutkan bahwa laju penguatan rupiah sempat tertahan oleh meningkatnya kekhawatiran terkait ancaman iklim El Niño yang dapat mengganggu pasokan bahan pangan serta memicu kenaikan harga dalam beberapa bulan ke depan.

Bukan cuma itu, sikap waspada para pelaku pasar juga nampak terlihat menjelang perilisan data indikator pekan depan, meliputi cadangan devisa periode Agustus, indeks keyakinan konsumen, hingga penjualan eceran Juli 2026. Rangkaian data tersebut bakal menyajikan petunjuk baru terkait dinamika permintaan dalam negeri serta arah kebijakan moneter ke depan.

"Meski demikian, rupiah berada di jalur yang tepat untuk mencatat penguatan selama lima minggu berturut-turut, dengan kenaikan sekitar 0,25% sejauh ini," tulis Trading Economics.

Sementara itu, Pluang mencatat bahwa estimasi arah kebijakan The Fed juga ikut memicu reli kenaikan di bursa saham AS. Laporan itu memaparkan bahwa saham-saham di hampir seluruh indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan usai Anggota Gubernur The Fed, Christopher Waller menyampaikan pandangan bernada dovish yang turut mengikis imbal hasil obligasi.

"Federal Reserve tampaknya menerapkan pendekatan 'good cop, bad cop' untuk menjaga stabilitas suku bunga di tengah sinyal-sinyal hawkish yang sempat muncul," ujar mereka.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai bahwa penguatan rupiah terjadi seirama dengan pelemahan dolar AS sesudah para investor mengurangi spekulasi terhadap penyesuaian suku bunga The Fed bulan ini akibat komentar bernada dovish pejabat bank sentral AS.

"Untuk perdagangan Senin [7/9] pekan depan, investor akan menganticipasi rilis data cadangan devisa Indonesia," ujarnya, Jumat (4/9/2026).

09:10 WIB: Rupiah Dibuka Depresiasi 0,07%

Berdasarkan kalkulasi analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07% atau terdepresiasi 12 poin menuju posisi Rp17.654 per dolar AS. Koreksi yang dialami mata uang Garuda ini berjalan selaras dengan tren penurunan yang membebani mayoritas mata uang kawasan Asia pagi ini.

Peso Filipina mencatatkan penurunan paling dalam terhadap dolar AS yakni 0,15%, menyusul baht Thailand melandai 0,08%, kemudian dolar Singapura terkikis 0,07%, ringgit Malaysia susut 0,05%, serta yuan China tergerus 0,03%.

12:23 WIB: Rupiah Turun 0,44%

Nilai tukar rupiah tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,44% atau 78 poin ke tingkat Rp17.653,9 per dolar AS hingga pukul 12.23 WIB.

Terkini