JAKARTA - Pelatih kepala PSS Sleman Pieter Huistra menilai skuadnya kurang beruntung usai harus mengakui keunggulan tuan rumah Bali United dengan skor 1-2 pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat.
“Kami tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung, terutama dalam situasi penalti. Bahkan, saya bisa mengatakan kami benar-benar sangat tidak beruntung. Kemudian, gol kedua juga terjadi karena kesalahan dari pemain kami sendiri,” kata Huistra, dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu.
Kemenangan Bali United pada pertandingan tersebut lahir melalui eksekusi penalti Teppei Yachida (40') serta sumbangan gol Queven (67'). Sementara itu, satu gol balasan dari PSS Sleman diciptakan pada masa injury time lewat tandukan Melvyn Lorenzen (90+6').
Kendati harus pulang tanpa poin, Huistra tetap mengapresiasi kinerja anak-anak asuhnya yang dinilai menunjukkan mental pantang menyerah hingga peluit panjang dibunyikan.
Laga menghadapi Bali United ini menjadi penampilan perdana PSS di kasta tertinggi sepak bola nasional usai sukses mengamankan tiket promosi dari Championship pada musim 2025/2026.
“Namun, ada hal positif yang bisa kami ambil. Setelah tertinggal 0-2, kami tidak berhenti bermain. Kami tetap berusaha, terus mencoba, dan mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Pada akhirnya, kami berhasil mencetak gol yang bagus, tetapi sayangnya gol tersebut datang terlalu terlambat,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Hasil minus ini membuat tim berjuluk Super Elang Jawa menjadi kontestan kedua yang menelan kekalahan di pekan pembuka Super League. Sebelumnya, sesama tim promosi Isenmulang Kalteng FC telah lebih dulu takluk di tangan Arema FC dengan skor mencolok 0-4.
Pada laga selanjutnya, PSS Sleman akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Maguwoharjo untuk menjamu Madura United pada Sabtu (12/9) pukul 15.30 WIB.