JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat mencatat sebanyak 1.528 pelanggan di Tanah Papua memanfaatkan program promo tambah daya listrik “Merdeka Daya.”
Program promo yang diselenggarakan PLN tersebut secara resmi telah berakhir pada 31 Agustus 2026.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur menyampaikan bahwa realisasi partisipasi masyarakat dalam promo tersebut sukses menembus 114 persen dari target yang ditetapkan.
“Pencapaian yang melampaui target ini menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan terhadap keandalan energi listrik yang terus meningkat serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN,” katanya.
Partisipasi pelanggan tersebut tersebar di berbagai kawasan kerja PLN UIW Papua dan Papua Barat.
Tiga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dengan penyerapan tertinggi tercatat di UP3 Jayapura sebanyak 280 pelanggan, UP3 Sorong 252 pelanggan, serta UP3 Merauke 217 pelanggan.
"Tiga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni UP3 Jayapura sebanyak 280 pelanggan, UP3 Sorong 252 pelanggan, dan UP3 Merauke 217 pelanggan," ujarnya.
Roberth menerangkan bahwa skema “Merdeka Daya” dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun menunjang produktivitas usaha.
Layanan ini dikhususkan bagi pelanggan satu fasa berdaya 450 VA hingga 5.500 VA yang hendak menambah kapasitas listriknya hingga batas maksimal 7.700 VA.
"Program tersebut kami peruntukkan bagi pelanggan satu fasa dengan daya mulai 450 VA hingga 5.500 VA yang ingin meningkatkan kapasitas listrik hingga maksimal 7.700 VA," katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa tingginya animo masyarakat mencerminkan besarnya kebutuhan pasokan daya listrik yang lebih tinggi untuk menopang berbagai aktivitas produktif.
PLN berkomitmen menjaga kelancaran pasokan listrik nasional guna mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi serta aktivitas masyarakat di Tanah Papua.
"Kami akan terus memastikan kebutuhan listrik masyarakat di Tanah Papua dapat terpenuhi dengan sistem kelistrikan yang andal. Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan sektor usaha yang membutuhkan pasokan listrik memadai," ujarnya.