Diaz Hendropriyono Tinjau Pemadaman Karhutla Gambut di Jambi Timur

Sabtu, 05 September 2026 | 19:15:02 WIB
Wamen LH Diaz Hendropriyono meninjau penanganan karhutla di Tanjung Jabung Timur.

JAKARTA - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ia mengapresiasi praktik kolaborasi antara masyarakat, pihak swasta, dan pemerintah dalam memadamkan kobaran api.

Menurut informasi resmi, Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz menegaskan bahwa sinergi tim gabungan PT Wirakarya Sakti, BPBD, TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, serta warga lokal merupakan contoh penanganan karhutla gambut yang sangat baik.

"Saya lihat tadi best practice yang dilakukan oleh PT WKS di Desa Parit Culum, mereka mengambil air dari Sungai Batang Hari lalu estafet sepanjang 11 km dengan beberapa pompa yang dibawa ke sekat kanal di daerah yang ada titik kebakaran," jelas Wamen Diaz.

Area gambut yang terbakar di Desa Parit Culum I membutuhkan pasokan air yang sangat melimpah. Oleh sebab itu, skema sekat kanal diterapkan agar ketersediaan air di lokasi kebakaran tetap terjaga melalui pengaliran air estafet dari Sungai Batang Hari oleh PT WKS.

Upaya penyaluran air tersebut memerlukan durasi sekitar 6–7 hari hingga tiba di titik api, dan proses pemompaan terpantau masih terus beroperasi sampai sekarang.

Sebaran api di Desa Parit Culum I mula-mula terdeteksi di luar area konsesi pada 27 Agustus 2026 dan langsung ditindaklanjuti hari itu juga. Penanganan api di permukaan tanah menghabiskan waktu kurang lebih empat hari.

Di sisi lain, proses pembasahan menggunakan alat semprot sambunesia tetap dijalankan guna menembus lapisan gambut dalam yang tidak terjangkau metode water bombing. Selepas pemantauan, Wamen Diaz mengumpulkan pimpinan perusahaan di sekitar lokasi untuk berkoordinasi.

Lewat forum tersebut, Wamen Diaz mengimbau jajaran perusahaan agar berpartisipasi aktif mendukung pengendalian karhutla di Jambi, terutama dalam membangun sekat kanal serta membantu kelancaran distribusi air.

"Saya minta beberapa perusahaan di Jambi untuk ikut membantu bangun sekat kenal dan membantu transfer air dari sungai (Batang Hari), kami sudah ada best practice-nya, semoga dengan ini, kebakaran lahan gambut bisa diselesaikan," demikian Diaz Hendropriyono.

Terkini