Simak Prediksi Harga iPhone Terbaru yang Bakal Melonjak Naik Tinggi

Jumat, 04 September 2026 | 03:18:01 WIB
Salah Satu Gerai iBox.

JAKARTA — Kabar kurang sedap menghampiri para pengguna produk Apple. Laporan intelijen pasar dari TrendForce memproyeksikan raksasa teknologi tersebut harus menanggung biaya komponen memori iPhone 18 Pro hingga empat kali lipat lebih tinggi dari seri terdahulu.

Lonjakan biaya yang tergolong ekstrem ini memaksa Apple memutar otak. Sebab, pembengkakan beban produksi terjadi di tengah kelesuan makroekonomi yang memengaruhi daya beli pasar.

Harga Memori Meroket Hingga 400 Persen

Tekanan utama pada rantai pasok Apple saat ini berpusat pada komponen memori. Untuk model Pro kapasitas 256GB, biaya memori pada kuartal III-2026 diperkirakan melonjak hingga mendekati 400 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Meskipun manajemen telah mengupayakan negosiasi harga komponen pendukung lainnya, langkah efisiensi tersebut belum mampu meredam tekanan Bill of Materials (BOM). Imbasnya, penyesuaian harga jual eceran di pasaran dinilai tak terelakkan.

Apple sebelumnya telah menaikkan harga sebagian besar lini produknya pada Juni lalu setelah kehabisan opsi penundaan. Banderol harga baru untuk lini ponsel pintar andalan ini diprediksi segera diumumkan ke publik.

Strategi Rem Harga, Andalkan Bisnis Services

Kendati biaya produksi meroket, Apple dikabarkan tidak membebankan seluruh selisih harga secara drastis kepada konsumen. Kenaikan harga seri iPhone 18 Pro diprediksi berada di kisaran US$100 (Rp1,7 jutaan) lebih mahal dibanding iPhone 17 Pro.

Langkah penuh perhitungan ini diambil guna mencegah penurunan minat upgrade perangkat dari basis pelanggan di tengah kondisi ekonomi global.

Sebagai jalan keluar, Apple diproyeksikan bakal makin agresif menggenjot pendapatan dari sektor bisnis Services untuk menutupi penurunan marjin di sektor perangkat keras.

iPhone Ultra Lipat Bisa Tembus Rp48 Juta?

Di tengah tingginya tekanan biaya memori, TrendForce turut membocorkan proyeksi harga iPhone Ultra yang merupakan lini ponsel lipat pertama besutan Apple.

Perangkat inovatif tersebut diperkirakan bakal dibanderol mulai dari US$2.299 (Rp40 jutaan), sementara varian konfigurasi tertingginya disinyalir menembus angka US$3.000 (Rp52 jutaan).

Dengan strategi harga premium ini, Apple kembali mempertaruhkan kesetiaan pasarnya di tengah gelombang inflasi komponen global.

Kendati demikian, ramalan ini masih berupa proyeksi awal. Publik perlu menantikan langkah resmi Apple dalam menentukan harga resmi iPhone teranyar di tengah gempuran krisis kelangkaan chip memori.

Terkini