Kabut Asap Kebakaran Terbukti Menekan Kualitas Sperma Pria

Jumat, 04 September 2026 | 08:24:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Polusi udara rupanya tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Fertility and Sterility menemukan fakta yang lebih dalam: asap kebakaran hutan secara langsung menekan kualitas sperma pada pria yang sedang menjalani perawatan kesuburan.

Angka Kehamilan Hanya 11 Persen pada Kelompok Studi

Peneliti dari University of Washington di Seattle mengamati sampel air mani dari 84 pria yang menjalani prosedur inseminasi intrauterin (IUI). Periode pengamatan dilakukan selama rentang bencana kabut asap yang terjadi pada 2018 hingga 2022.

Hasilnya memang mencolok. Tingkat kehamilan pada kelompok studi hanya mencapai 11 persen, dengan tingkat kelahiran hidup di angka 9 persen. Jumlah ini berada di batas bawah rata-rata populasi umum, menjadikan paparan asap sebagai faktor risiko yang patut diwaspadai pasangan yang tengah merencanakan buah hati.

Dari Paru-Paru ke Kualitas Sperma

Asisten profesor urologi University of Washington, Dr. Tristan Nicholson, menyebut temuan ini sebagai bukti konkret bahwa kebakaran hutan membawa ancaman baru bagi reproduksi pria.

"Asap kebakaran hutan kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan reproduksi pria. Seiring meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran, penting untuk memahami dampak paparan asap terhadap kesuburan," ujarnya.

Mekanisme kerjanya berawal dari partikel pencemar yang terhirup. Partikel ini masuk melalui paru-paru ke aliran darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Zat beracun diduga kuat mengganggu testis, organ kunci dalam proses pembentukan sperma.

Polutan 90 Hari dan Kerusakan Sperma

Temuan ini mendapat penguatan dari riset pada hewan yang dimuat di jurnal JAMA Network. Polutan udara, terutama materi partikulat berukuran kecil, berpotensi merusak proses pematangan sperma. Semakin kecil ukuran partikel yang terpapar, semakin tinggi risiko kerusakannya.

Analisis lain yang dirangkum News Medical Net menunjukkan efek buruk polutan terhadap parameter semen dalam periode paparan 90 hari. Sulfur dioksida (SO2) dan ozon (O3) secara spesifik berdampak pada morfologi sperma, motilitas progresif, dan vitalitas. Sementara itu, PM2.5, PM10, dan nitrogen dioksida (NO2) turut memengaruhi bentuk sperma dan indeks kelainan bentuk.

Faktor Pria Dominasi Angka Infertilitas Global

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat prevalensi infertilitas global mencapai 15 persen, berdampak pada 60 hingga 80 juta pasangan di seluruh dunia. Kontribusi faktor pria sangat besar, berkisar antara 40 hingga 70 persen dari total kasus.

Para peneliti berharap temuan ini meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya tersembunyi kebakaran hutan. Perlindungan respirasi ekstra menjadi rekomendasi utama, terutama bagi warga dan pekerja yang beraktivitas di wilayah rawan kabut asap.

Bagi Anda yang sedang menjalani program kehamilan dan berdomisili di area terdampak asap, konsultasikan rencana pengobatan dengan dokter spesialis kandungan atau andrologi untuk langkah perlindungan yang lebih tepat.

Terkini