Buka Munas IDHKI, Barantin Soroti Pentingnya Integritas dan SDM

Kamis, 03 September 2026 | 18:37:31 WIB
Pembukaan Musyawarah Nasional VIII Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia di aula Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan di Kabupaten Bekasi, Kamis (3/9/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menekankan pentingnya sinergi dalam biosekuriti serta penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mewujudkan transformasi dokter hewan karantina yang kian profesional, kompeten, dan berintegritas di lingkungan Barantin.

"Secanggih apapun teknologi dan sistem, kualitas keputusan tetap ditentukan oleh kompetensi dan integritas manusianya. Oleh karena itu, integritas merupakan fondasi utama kepercayaan publik dalam penyelenggaraan karantina," ucap Deputi Bidang Karantina Hewan pada Barantin RI Sriyanto saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) di aula Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Hewan di Kabupaten Bekasi, Kamis (3/9/2026).

Agenda Munas IDHKI yang mengusung tema One Profession, One Commitment-Sinergi Menjaga Biosekuriti Nasional tersebut mengemban tanggung jawab besar bagi profesi dokter hewan karantina demi memproteksi Indonesia dari ancaman biologis yang berpotensi merusak kesehatan hewan, masyarakat, tatanan perekonomian, ketahanan pangan, hingga sektor perdagangan nasional.

Ia memotivasi para dokter hewan karantina supaya senantiasa mengasah kompetensi seirama dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan serta dinamika penyakit hewan, sekaligus cakap beradaptasi dengan standar karantina global serta menguasai kemajuan teknologi dan digitalisasi demi menunjang akselerasi pelayanan publik.

"Selain itu, kami harus menjaga integritas. Saya selalu menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan karantina, integritas merupakan fondasi kepercayaan publik. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil petugas karantina membawa konsekuensi terhadap negara. Saya berharap IDHKI dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun budaya tersebut di lingkungan Badan Karantina Indonesia," ujarnya.

Menurut pandangannya, IDHKI wajib bertransformasi menjadi mitra strategis Barantin yang mumpuni merajut komunikasi terbuka, sinergi yang konstruktif, serta kolaborasi yang saling mengokohkan.

Sriyanto kembali mengingatkan dampak masif dari kemunculan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun 2022 silam, tatkala Indonesia sempat menyandang status bebas PMK selama hampir tiga dekade. Pagebluk tersebut tercatat menimbun kerugian ekonomi nasional hingga menyentuh angka Rp9 triliun.

"Krisis tersebut membuktikan bahwa satu celah saja pada pertahanan biologi mampu merembet dan menghancurkan rantai produksi, pasar perdagangan hingga stabilitas pangan nasional. Pengalaman ini harus menjadi pelajaran agar kinerja dokter hewan karantina semakin profesional dalam menjaga garis depan biosekuriti Indonesia," katanya.

Sriyanto menaruh harapan besar agar perhelatan Munas VIII ini sanggup menjadi momentum strategis dalam melahirkan gagasan-gagasan taktis serta kepemimpinan anyar yang siap merespons tantangan zaman.

Spektrum tantangan tersebut meliputi mobilitas masyarakat dan perdagangan internasional yang kian masif, laju digitalisasi yang pesat, hingga eskalasi tuntutan publik terhadap layanan karantina yang cepat, mudah, transparan, serta profesional.

Ia mengajak segenap anggota IDHKI agar konsisten merawat persatuan serta soliditas kelembagaan. IDHKI diestimasi terus berperan sebagai wadah rumah profesi bagi para kadernya dalam bertukar wawasan sekaligus mempersembahkan sumbangsih nyata bagi pembangunan sistem karantina tanah air.

"Perbedaan pandangan adalah hal wajar, tetapi begitu keputusan diambil, saatnya bergerak searah demi kepentingan profesi dan bangsa. Kepengurusan mendatang harus membawa semangat baru, meningkatkan kontribusi nyata serta memperkokoh kemitraan dengan Badan Karantina Indonesia," ucap dia.

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh mengemukakan bahwa peran dokter hewan karantina sangatlah strategis, mengingat para dokter hewan karantina menjadi salah satu benteng pertahanan terdepan penjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di gerbang-gerbang masuk.

"Kami menyadari menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Lalu lintas hewan yang semakin tinggi, ancaman penyakit hewan menular, perubahan iklim perdagangan global serta kebutuhan menjaga keamanan serta ketahanan pangan nasional. Ini tugasnya karantina untuk menjaga biosekuriti," jelasnya.

Ia mengharapkan rekan-rekan dokter hewan karantina mumpuni menyebarluaskan sosialisasi kepada sesama tenaga dokter hewan lainnya terkait aspek biosekuriti agar tercipta satu kesepahaman yang utuh mengenai tata kelola biosekuriti.

"Pesan saya, jaga integritas, kompetensi dan independensi dokter hewan karantina. Jaga integritas dan independensi saat bertemu dengan importir, eksportir. Saya bangga selama ini belum ada temuan laporan tentang informasi buruk dokter hewan karantina dan mohon dijaga seterusnya," kata dia.

Terkini