BMKG Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Kamis, 03 September 2026 | 18:24:31 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi. [Foto: SHUTTERSTOCK/andrejs polivanovs]

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta para nelayan beserta pengelola moda transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi yang diprediksi mencapai empat meter di beberapa area perairan Indonesia pada 2–5 September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra di Jakarta, Kamis (3/9/2026), menekankan potensi bahaya dari kenaikan gelombang ini, utamanya bagi armada berukuran kecil dan menengah layaknya perahu nelayan maupun kapal tongkang.

"Risiko tinggi keselamatan pelayaran wajib diwaspadai oleh perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, serta kapal tongkang jika angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter," kata dia.

Agie menuturkan bahwa aba-aba kewaspadaan ini juga berlaku bagi operator kapal feri penyeberangan apabila laju angin menembus 21 knot dengan ombak di atas 2,5 meter, sampai ke kapal berukuran jumbo seperti kapal kargo serta kapal pesiar bilamana angin berembus di atas 27 knot dan tinggi gelombang menyentuh 4 meter.

Faktor utama yang memicu lonjakan tinggi gelombang ini adalah pergerakan angin di kawasan selatan ekuator Indonesia yang berembus dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 5–31 knot, di mana pusaran angin terkencang terdeteksi di Laut Jawa dan Selat Makassar bagian selatan.

Merujuk pada peta perkiraan BMKG, ia menambahkan bahwa ancaman gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berisiko melanda kawasan perairan Samudera Hindia barat Sumatera (meliputi Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, sampai Lampung) serta perairan Samudra Hindia selatan Banten, Jawa, hingga Bali.

Adapun gelombang berskala sedang pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang muncul di belasan jalur perairan penting lainnya, termasuk Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Banda, serta Laut Arafuru.

Agie menegaskan bahwa BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun pengguna layanan transportasi laut untuk rutin mengecek pembaruan kondisi cuaca maritim demi menjaga keselamatan pelayaran.

Terkini