JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan bahwa Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mulai mengalami pemulihan kualitas udara dengan jarak pandang melampaui 9 kilometer meski masih menyisakan 4 titik api.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengutarakan bahwa warga di kawasan tersebut tetap bisa menjalankan aktivitas harian secara normal dan proses belajar mengajar tetap digelar lewat tatap muka.
“Kami menyampaikan pada hari Minggu (39/8), car free day dilaksanakan di Pekanbaru. Ini menandakan bahwa kualitas udara di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru sudah membaik,” kata Berton dalam siaran bertajuk Update Penanganan Karhutla di Indonesia yang dipantau di Jakarta Pusat, Selasa.
Di samping itu, ia menerangkan bahwasanya BNPB bersama unsur terkait terus menggiatkan pemadaman, baik lewat Satgas darat yang menangani titik api di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, Siak, serta Bengkalis maupun Satgas udara yang memantau titik panas memakai 2 helikopter.
Tim Satgas udara tersebut, tuturnya, bertugas memantau pergerakan arah angin sekaligus mengoperasikan water bombing dengan total air mencapai 516 ribu liter dalam 5 kali sorti penerbangan.
Berlandaskan upaya tersebut, Berton memaparkan total area titik api yang sukses dipadamkan di Provinsi Riau per 31 Agustus lewat Satgas darat mencapai sekitar 126,65 hektare, sedangkan via Satgas udara mencakup kisaran 8,8 hektare.
Ia melengkapi bahwa jajarannya belum dapat mengaplikasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau lantaran ketiadaan potensi awan penyemaian yang memadai.