Kisi-kisi Kinerja Cinema XXI (CNMA) dari Cuan Spider Man & Avengers

Selasa, 01 September 2026 | 23:13:31 WIB
Studio bioskop IMAX [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) selaku pengelola jaringan bioskop Cinema XXI berpeluang mencatatkan pemulihan kinerja pada semester II/2026 dengan sokongan jajaran film blockbuster Hollywood.

Sederet proyek sinema seperti Spider Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday diprediksi menjadi daya dorong utama guna mendongkrak volume penonton serta pendapatan perseroan.

Analis Sucor Sekuritas Hansen Seng menilai momentum bagi CNMA berpeluang membaik di paruh kedua 2026, setelah perolehan kinerja pada semester I/2026 sempat menghadapi tekanan.

"Kami memperkirakan momentum peningkatan pendapatan dari film Hollywood Spider Man Brand New Day dan Avengers Doomsday," ujarnya dalam riset yang dikutip, Selasa (1/9/2026).

Dirinya menambahkan bahwasanya kedua judul film tersebut berpotensi mengalirkan kontribusi bermakna pada perolehan angka penonton.

Berlandaskan asumsi bahwa CNMA sanggup menyerap berkisar 67% dari total admissions nasional untuk dua film besutan Marvel itu, kontribusinya diproyeksikan sanggup menembus sekitar 12 juta tiket terjual bagi CNMA sepanjang 2026.

Faktor pendorong ini memegang peranan krusial mengingat laju pertumbuhan CNMA ke depan dinilai tak sekadar menggantungkan diri pada penambahan kuantitas layar, melainkan turut dipengaruhi oleh kualitas movie slate.

Sucor Sekuritas memproyeksikan total tiket yang terisi di CNMA pada semester II/2026 sanggup menembus 47,7 juta, atau tumbuh sekitar 12% dibanding kurun waktu yang sama di tahun terdahulu.

Menilik aspek fundamental, Sucor Sekuritas memperkirakan perolehan pendapatan CNMA sepanjang 2026 sanggup menyentuh sekitar Rp6,02 triliun, terkerek 2,7% secara tahunan. Sementara laba bersih diprediksi menyentuh Rp715 miliar, naik berkisar 1,5%. Pada 2027, pencapaian laba bersih diperkirakan terangkat menuju Rp737 miliar.

Hansen mencermati bahwa pertumbuhan laba CNMA bakal lebih terdorong oleh proses monetisasi penonton, mencakup kenaikan average ticket price (ATP) serta belanja F&B, ketimbang cuma bertumpu pada kenaikan volume admissions.

Strategi ini seirama dengan susunan pendapatan CNMA. Pada semester I/2026, penjualan tiket menyumbang sebesar 60,2% atau setara Rp1,6 triliun dari total pemasukan, sedangkan sektor F&B menyumbang 33,7% atau Rp886,3 miliar. Sisa porsi pendapatan bersumber dari sektor periklanan, platform digital, hingga eksekusi acara sebesar Rp160,2 miliar.

Merujuk laporan keuangan serta publikasi resmi perseroan, CNMA mengantongi pendapatan senilai Rp2,6 triliun pada semester I/2026, berbarengan dengan capaian EBITDA Rp708,2 miliar dan laba bersih Rp201 miliar.

Melihat kalkulasi kuartalan, performa CNMA memperlihatkan sinyal pemulihan yang cukup tangguh. Pemasukan pada kuartal II/2026 melesat berkisar 40% menjadi Rp1,5 triliun dari angka Rp1,1 triliun pada kuartal I/2026.

Ekspansi Tetap Berjalan

Di tengah langkah menggenjot jumlah penonton, Cinema XXI tetap merealisasikan ekspansi secara terukur. Hingga rentang 30 Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota serta 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Pada semester I/2026, CNMA menambah dua gerai baru, yaitu Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, dengan total tambahan sebanyak tujuh layar.

Kendati demikian, Sucor Sekuritas memproyeksikan penambahan layar CNMA berpotensi berjalan lebih lambat. Perseroan diperkirakan menambah kisaran 20 layar pada 2026, sehingga akumulasi akhir menyentuh sekitar 1.405 layar.

Di tengah prospek pemulihan tersebut, Hansen Christian Seng bersama Sucor Sekuritas memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham CNMA. Patokan target harga disesuaikan menjadi Rp122 per saham dari taksiran awal, mencerminkan kalkulasi yang lebih hati-hati atas ruang pertumbuhan perseroan.

Sucor menilai daya pikat CNMA turut ditopang oleh margin yang tergolong tahan banting, arus kas bebas yang kokoh, serta potensi dividend yield di kisaran 9%. Risikonya bersumber dari performa film internasional yang berpeluang di bawah ekspektasi, laju ekspansi layar yang melambat, serta pemulihan angka penonton yang belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum masa tekanan.

Terkini

Cara Membuat Telur Kecap Manis Gurih yang Mudah untuk Pemula

Selasa, 01 September 2026 | 00:44:02 WIB

Cara Membuat Capcay Sayur Sederhana yang Gurih dan Praktis

Selasa, 01 September 2026 | 00:39:02 WIB

Cara Membuat Tumis Kangkung Sederhana yang Gurih dan Cepat

Selasa, 01 September 2026 | 00:31:01 WIB

Cara Membuat Pancake Pisang Teflon Sederhana Tanpa Alat Khusus

Selasa, 01 September 2026 | 00:23:01 WIB