Gedung Danareksa Dipilih Jadi Kantor Pusat Finansial Internasional

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:49:31 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani.

JAKARTA — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani menyatakan bahwa kantor Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta akan bertempat di Gedung Danareksa.

Keterangan tersebut disampaikannya seusai memberikan sambutan pada agenda Jakarta Investment Festival 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Area lantai khusus untuk operasional PFII disiapkan di lokasi tersebut. "Iya sudah, nanti lokasinya di sekarang tuh yang Gedung Danareksa. Di situ sedang kami rapikan untuk agar bisa berjalan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah mempersiapkan struktur kepemimpinan sekaligus membentuk tim khusus yang akan mengelola fasilitas tersebut.

Menurutnya, tim penanggung jawab tersebut bakal diisi oleh figur-figur yang memiliki rekam jejak, kredibilitas, serta pengalaman teruji demi membangun tingkat kepercayaan para investor mendatang.

"Sedang dipersiapkan dan dari pemerintah juga sedang menyiapkan pimpinannya, timnya sedang dibentuk sesuai dengan track record, kredibilitas yang baik, yang proven sehingga bisa membawa kepercayaan atau trust confidence kepada nanti investor-investornya ke depan," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan lokasi sementara untuk PFII di Jakarta, serta membuka peluang pengembangan ke Bali dan daerah lainnya guna menjaring aliran modal besar dari investor global.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara dalam agenda Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“PFII ini akan menjadi wajah baru pusat-pusat keuangan kami. Jakarta dan mungkin Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia,” ujar Presiden Prabowo.

Terkini