KAI Pacu Peningkatan Keselamatan 190 Perlintasan Sebidang Prioritas

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:18:02 WIB
KAI percepat peningkatan keselamatan di 190 perlintasan sebidang prioritas pada 2026.

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat peningkatan keselamatan di 190 perlintasan sebidang yang menjadi prioritas pada 2026. Hingga Selasa (25/8/2026), sebanyak 145 titik telah selesai direalisasikan dengan capaian progres mencapai 77,37 persen.

Peningkatan keselamatan tersebut mencakup pembangunan pos penjaga, pemasangan rambu dan fasilitas keselamatan, penyediaan perangkat komunikasi, hingga penyiapan petugas penjaga pintu perlintasan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus masyarakat yang beraktivitas di sekitar rel.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar Bobby.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, berdasarkan pemetaan terdapat 3.674 perlintasan sebidang di wilayah operasional KAI. Sebanyak 1.864 titik telah dijaga, 907 tidak dijaga, dan 903 perlintasan tidak terdata atau tidak dijaga.

Dari jumlah tersebut, KAI menetapkan 1.810 perlintasan sebagai fokus penanganan. Sebagai tahap awal, verifikasi dilakukan terhadap 1.638 perlintasan hingga menetapkan 1.404 titik sebagai target peningkatan keselamatan.

“Sebagai langkah awal penanganan, KAI telah melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan sebidang. Hasil verifikasi tersebut menetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan,” kata Anne.

Untuk mendukung penanganan 190 titik prioritas tahun 2026, KAI juga memperkuat kesiapan SDM melalui penandatanganan kontrak petugas penjaga pintu perlintasan pada Rabu (12/8/2026), dilanjutkan program on the job training (OJT) serta diklat secara bertahap.

“Selain peningkatan fasilitas, KAI juga memperkuat kesiapan petugas penjaga pintu perlintasan,” ujar Anne.

Peningkatan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kedisiplinan pengguna jalan. Bobby dan Anne mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, memastikan kondisi aman, serta mematuhi seluruh rambu sebelum melintas.

“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” kata Bobby.

Anne menambahkan bahwa kedisiplinan bersama menjadi kunci utama mencegah bahaya di perlintasan.

“Perilaku sederhana seperti berhenti, melihat kondisi sekitar, dan memastikan aman sebelum melintas dapat mencegah risiko kecelakaan,” tambah Anne.

Terkini