Bahaya Garam Tersembunyi pada Makanan Olahan dan Gejala yang Diwaspadai

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00:02 WIB
Ilustrasi Garam.

JAKARTA — Mengasup garam secara berlebihan dalam rentang waktu panjang berpotensi memicu lonjakan tekanan darah tinggi sekaligus memperberat fungsi kerja ginjal. Ancaman kesehatan ini kerap bersumber dari endapan "garam tersembunyi" di dalam deretan makanan olahan harian tanpa disadari.

Direktur Departemen Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Umum Aakash Healthcare India, Dr. Vikram Kalra, menjelaskan bahwa mayoritas asupan natrium harian masyarakat tidak hanya berasal dari garam dapur saat memasak, melainkan dari produk olahan dan kemasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganjurkan pembatasan konsumsi garam bagi orang dewasa di bawah 5 gram per hari atau setara satu sendok teh. Takaran ini mencakup akumulasi seluruh asupan dari masakan rumahan, camilan kemasan, hingga sajian restoran.

"Perlu dicatat, banyak makanan yang tidak memiliki rasa asin khas tetapi mengandung kadar garam tinggi, seperti camilan kemasan, mi instan, dan makanan olahan lainnya," ujar Dr. Kalra, mengutip Hindustan Times.

Asupan natrium yang melampaui ambang batas aman, khususnya bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu, sanggup memunculkan beberapa sinyal bahaya yang wajib diwaspadai:

Penurunan Urine: Frekuensi serta volume air seni yang keluar merosot tajam.

Pembengkakan (Edema): Timbul pembengkakan baru pada area jaringan tubuh tertentu.

Kencing Berdarah: Muncul titik atau gumpalan darah di dalam cairan urine.

Sesak Napas: Kendala pada saluran pernapasan yang kian memburuk.

Muntah Berkelanjutan: Mengalami rasa mual hebat hingga muntah secara terus-menerus.

Ditinjau dari sisi medis, kelebihan asupan garam pada pasien dalam pantauan dokter juga ditandai oleh melonjaknya kadar kreatinin, fluktuasi konsentrasi elektrolit, hingga pergeseran kebiasaan buang air kecil.

Dr. Kalra menekankan bahwa kontrol asupan garam wajib dilakukan secara lebih ketat oleh kelompok berisiko tinggi, di antaranya penderita:

Penyakit ginjal kronis

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Gagal jantung kongestif

Pasien dengan riwayat batu ginjal

Kendati demikian, memangkas takaran garam bukan berarti masakan harus tersaji tanpa rasa. Cita rasa kuliner tetap sanggup ditingkatkan secara aman memanfaatkan bumbu penyedap alami, seperti rempah-rempah pilihan, keprekan bawang putih, hingga perasan jeruk lemon segar.

Garam pada dasarnya tidak membahayakan bila dikonsumsi dalam porsi ideal. Namun, demi menekan risiko penyakit kardiovaskular serta kerusakan ginjal jangka panjang, masyarakat dianjurkan mengutamakan bahan makanan segar, cermat mengamati informasi nilai gizi pada kemasan, serta membatasi santapan olahan.

Terkini