Tinjau Lokasi Gempa NTT, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Efektif

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:05:32 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melaksanakan agenda kunjungan kerja langsung menuju kawasan yang menderita dampak musibah gempa bumi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Rabu (26/8/2026), guna menyaksikan secara dekat kondisi warga sekaligus memastikan efektivitas penanggulangan bencana beserta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa lawatan Presiden Prabowo ini turut mengusung misi krusial untuk menjamin terselenggaranya koordinasi yang padu di antara jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur TNI, Polri, serta seluruh instansi terkait dalam mengelola penanganan dampak gempa di kawasan Pulau Flores.

“Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik,” kata Prasetyo dalam keterangan pers tertulis melalui pesan teks kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Menurut keterangan Prasetyo, semenjak fase awal kejadian, Kepala Negara telah mengeluarkan instruksi tegas agar segala upaya penanganan darurat kebencanaan berikut distribusi logistik dapat dieksekusi secara cepat, tepat sasaran, serta merata ke seluruh titik lokasi terdampak.

 Melalui jalur Sekretariat Presiden, pemerintah secara akumulatif telah menyalurkan paket bantuan logistik serta perlengkapan darurat terhitung sejak rentang waktu 15 hingga 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut di antaranya mencakup pasokan sembako sebanyak 204,22 ton, produk makanan siap saji sejumlah 27,71 ton, serta persediaan air mineral seberat 10,29 ton.

Selain pemenuhan kebutuhan pokok harian, paket bantuan yang dikirimkan turut merangkum pos medis obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, perangkat alat komunikasi, hingga pengerahan dua set fasilitas unit rumah sakit lapangan.

Guna memperkokoh sektor pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa, pemerintah juga mengerahkan sejumlah armada fasilitas medis darurat bergerak. Prasetyo memaparkan bahwa kapal perang KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah melabuhkan sauhnya di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Kapal tersebut difungsikan secara optimal sebagai rumah sakit terapung guna menunjang pelayanan kesehatan medis bagi warga terdampak.

Sementara itu, armada Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah bersiaga di perairan Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, demi memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah sekitar.

Dukungan tenaga medis turut diperkuat melalui operasional rumah sakit lapangan darurat di tingkat pemerintah daerah. Kedua fasilitas medis tersebut kini telah difungsikan secara aktif, masing-masing bertempat di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai untuk melayani tindakan operatif dengan catatan kumulatif 29 kali tindakan operasi yang telah sukses dilaksanakan, serta di RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo guna menopang pelayanan darurat medis dan pembedahan bagi para korban luka gempa.

Berdasarkan rekaman data resmi penanganan musibah per tanggal 25 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, bencana gempa bumi di NTT telah mengakibatkan sebanyak 103 orang kehilangan nyawa, 1.666 orang menderita sakit atau mengalami luka-luka, serta memaksa 185.131 jiwa warga mengungsi. 

Kerusakan fisik berskala masif juga melanda puluhan ribu bangunan rumah tinggal, fasilitas layanan kesehatan, sarana pendidikan, gedung perkantoran, rumah ibadah, hingga jaringan infrastruktur jalan umum.

Pemerintah memberikan jaminan penuh bahwa agenda penanganan bencana gempa bumi ini tidak akan terhenti begitu masa darurat bencana dinyatakan selesai. Fase lanjutan pemulihan akan digulirkan secara berkesinambungan melalui program rehabilitasi serta rekonstruksi terhadap berbagai fasilitas umum, infrastruktur, maupun tatanan kehidupan masyarakat yang terdampak.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan pemulihan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan.

“Penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja. Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut pandangannya, aspek keberlanjutan dalam penanganan ini memegang peranan krusial agar warga terdampak lekas mampu memulihkan aktivitas dan menata kembali lembaran hidup normal.

“Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutur Prasetyo.

Terkini