BNPB Intensifkan Operasi Penanganan Karhutla di Jambi dan Kalimantan

Senin, 24 Agustus 2026 | 23:51:01 WIB
Helikopter water bombing berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan strategi pemadaman darat, tim udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menanggulangi karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Jambi.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa penguatan langkah operasional ini menjadi wujud komitmen bersama antara pusat dan daerah dalam meredam dampak kebakaran, utamanya pada empat wilayah yang masuk skala prioritas nasional.

"Selain penanganan kejadian pada tingkat daerah, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah prioritas," kata dia.

Berton memaparkan bahwa di Kalimantan Barat, pemadaman udara disokong oleh empat armada helikopter water bombing yang mampu menumpahkan air sebanyak 1.052.000 liter dalam 223 kali penjatuhan untuk memadamkan 13 hektare area yang dilalap api.

Adapun pelaksanaan modifikasi cuaca atau hujan buatan rentang 22-27 Agustus di Kalimantan Barat telah merampungkan tiga sortie penerbangan menyebar 3.000 kilogram bahan semai, didukung keterlibatan 2.751 personel tim darat.

"Upaya tersebut berhasil memadamkan api yang membakar 104,8 hektare lahan di sana," kata Berton.

Sementara itu, hasil pemantauan udara mengidentifikasi adanya 25 titik api di kawasan Kalimantan Tengah. Guna menjangkau titik tersebut, tiga unit helikopter water bombing diterjunkan dengan catatan 159 kali penerbangan, di mana setiap unit menyiramkan 4 ton air ke titik api.

"Sekitar 55,63 hektare lahan terbakar, selain pemadaman udara juga telah dikerahkan 10.700 personel satgas darat di Kalteng," ujarnya.

Ia menguraikan, langkah penanganan di Kalimantan Selatan mengerahkan dua helikopter water bombing dan 714 petugas darat guna mengatasi 40,9 hektare lahan tersebar di 11 area dengan estimasi kebakaran mencapai 13 hektare. Helikopter tersebut total melakukan 243 kali penyiraman air setara 1.029.000 liter.

Di wilayah Jambi, pantauan udara mendeteksi keberadaan 14 titik api. Aksi water bombing di Jambi secara akumulatif sampai 23 Agustus sukses memadamkan 226,9 hektare lahan, disokong oleh proses pemadaman dan pendinginan jalur darat yang terus berjalan.

"Pemantauan titik panas dan koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan demi mengendalikan sebaran api serta meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat," kata Berton menegaskan.

Terkini