JAKARTA - Thailand makin populer sebagai salah satu pilihan bagi mahasiswa asal Indonesia yang berencana melanjutkan jenjang pendidikan ke luar negeri. Berdasarkan catatan data Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, tercatat sebanyak 1.155 mahasiswa Indonesia menempuh studi di Thailand hingga tahun 2025.
Daya tarik tersebut didukung kehadiran jajaran kampus berstandar internasional yang menyajikan variasi program studi. Salah satu contohnya yaitu Chulalongkorn University yang tergolong dalam jajaran 20 universitas terbaik di kawasan ASEAN. Sederet figur publik populer Thailand pun diketahui merupakan alumnus dari perguruan tinggi tersohor tersebut.
Bagi calon mahasiswa Indonesia yang berkeinginan menimba ilmu di Thailand, tahap persiapan tentu tidak sebatas pada penentuan kampus. Ada beberapa hal krusial yang wajib diperhatikan supaya proses adaptasi serta aktivitas akademik di negeri tersebut berjalan lebih optimal.
Berikut ini tujuh langkah persiapan penting yang perlu dilakukan sebelum menempuh pendidikan di Thailand:
1. Riset negara dan kota tujuan Tahap awal yang perlu dilakukan adalah menggali info mendalam seputar Thailand, khususnya kota yang bakal dijadikan tempat tinggal selama masa kuliah.
Telusuri aspek lingkungan di sekitar kampus, akses jaringan transportasi, pilihan hunian, estimasi biaya hidup, hingga ketersediaan sarana publik. Melakukan riset sejak awal membantu calon mahasiswa mempunyai bayangan yang jelas mengenai kehidupan harian di kota destinasi.
2. Pahami budaya setempat Perbedaan latar budaya merupakan tantangan utama yang wajib diantisipasi saat berpindah ke negara lain. Setiap daerah memiliki standar etika serta kebiasaan tersendiri, termasuk dalam tata cara berkomunikasi, bersosialisasi, dan mengekspresikan rasa hormat.
Mempelajari kebudayaan Thailand sebelum berangkat dapat mempermudah proses adaptasi mahasiswa Indonesia di lingkungan anyar. Pemahaman ini juga akan membuat interaksi dengan warga lokal terasa lebih luwes dan menyenangkan.
3. Pelajari bahasa lokal Penguasaan bahasa daerah setempat memegang peranan yang sangat penting. Walau sejumlah program studi telah menerapkan bahasa Inggris sebagai pengantar utama, kemampuan dasar bahasa Thailand tetap sangat membantu dalam aktivitas harian.
Awali dengan menghafal kosakata serta percakapan dasar. Penguasaan tersebut sangat berguna ketika berinteraksi dengan warga setempat, memanfaatkan fasilitas umum, maupun beraktivitas di luar area kampus.
4. Ikuti program persiapan sebelum kuliah Calon mahasiswa juga bisa mencari tahu ketersediaan program matrikulasi atau persiapan khusus bagi pelajar internasional di kampus tujuan.
Program pembekalan ini amat membantu mahasiswa dalam mengasah keahlian bahasa sekaligus memahami budaya akademik di Thailand. Melalui langkah ini, mahasiswa memiliki bekal kuat sebelum resmi berstatus sebagai pelajar di luar negeri.
5. Rencanakan keuangan Kesiapan dana menjadi faktor yang tidak kalah krusial. Susun rancangan anggaran secara rinci yang mencakup biaya studi, tempat tinggal, transportasi, konsumsi, hingga dana darurat harian.
Dengan mengetahui gambaran pengeluaran sejak awal, calon mahasiswa dapat mengestimasi alokasi dana yang dibutuhkan sekaligus mengontrol finansial selama menetap di Thailand.
Jangan lewatkan pula pencarian peluang beasiswa, hibah pendidikan, atau bantuan dana studi lainnya. Fasilitas pembiayaan ini tentu dapat meringankan pengeluaran sepanjang menempuh masa studi.
6. Siapkan dokumen Begitu universitas tujuan sudah dipastikan, persiapkan seluruh persyaratan berkas yang diminta secara teliti. Paspor yang masih berlaku serta visa pelajar menjadi dokumen vital bagi setiap mahasiswa asing.
Di samping itu, rapiKan pula berkas-berkas akademik pendukung pendaftaran. Cek apakah pihak kampus menyediakan layanan pendampingan dalam pengurusan izin tinggal dan visa bagi mahasiswa internasional.
Pengerjaan dokumen acap kali menyita waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, proses pengurusan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.
7. Cari informasi langsung dari kampus Menghimpun informasi selengkap mungkin mengenai kampus idaman juga sangat disarankan. Selain memantau kanal situs resmi universitas, calon pendaftar dapat menghadiri pameran pendidikan guna berkonsultasi secara langsung.
Agenda yang dapat dijadikan referensi adalah Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 pada 18-20 Agustus 2026. Acara ini merangkul 15 universitas serta institusi pendidikan terkemuka asal Thailand.
Lewat ajang tersebut, para calon mahasiswa bisa menggali informasi seputar program akademik, skema penerimaan, syarat pendaftaran, peluang pertukaran pelajar, hingga program internasional. Pengunjung pun diperbolehkan berkonsultasi secara tatap muka dengan perwakilan kampus Thailand.
Sesi Education Expo dalam rangkaian gelaran ini dilangsungkan pada 19 Agustus 2026 dan terbuka bagi publik tanpa dipungut biaya. Para pengunjung dapat melakukan pendaftaran langsung di tempat acara serta membawa serta rekan maupun keluarga.
Beberapa lembaga pendidikan yang meramaikan acara ini antara lain Bangkok University, King Mongkut's University of Technology North Bangkok, King Mongkut's University of Technology Thonburi, Prince of Songkla University, Siam University, hingga University of the Thai Chamber of Commerce.
Menuntut ilmu di Thailand membutuhkan kesiapan yang matang, mulai dari pemahaman kondisi lingkungan dan budaya, penguasaan bahasa, hingga kepastian finansial serta kelengkapan dokumen. Lewat perencanaan tersebut, calon mahasiswa bakal lebih mantap menghadapi tantangan akademik sekaligus kehidupan baru di luar negeri.
Bagi kamu yang merencanakan studi ke Thailand, jangan cuma terpaku pada pemilihan kampus semata. Pastikan segala rangkaian persiapan sudah dicicil sejak awal agar perjalanan kuliah di Negeri Gajah Putih dapat berjalan dengan lancar.