Laba Bank QNB Indonesia Melonjak 178 Persen di Semester I 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:04:32 WIB
Bank QNB Indonesia.

JAKARTA - PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) mengantongi laba bersih senilai Rp29,6 miliar per 30 Juni 2026, atau melesat 178 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh momentum bisnis yang positif, penerapan strategi penetapan harga yang lebih disiplin, serta fokus menjaga mutu portofolio kredit.

Direktur Utama Bank QNB Indonesia Nick Groene memaparkan bahwa capaian tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan yang disiplin sanggup menghasilkan kinerja yang berkelanjutan.

Di tengah gejolak ketidakpastian global maupun domestik, perseroan tetap konsisten memperkuat basis bisnis lewat manajemen risiko yang terukur serta penyaluran pembiayaan yang berkelanjutan.

“Bank QNB Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha di Indonesia dengan pasar regional dan internasional,” ujar Nick dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Dari aspek fungsi intermediasi, total aset Bank QNB Indonesia terangkat 9 persen menjadi Rp14,4 triliun pada akhir Juni 2026 dari posisi Rp13,2 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, kredit bruto meningkat 2 persen menjadi Rp10 triliun dari sebelumnya Rp9,8 triliun.

Kualitas pembiayaan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) melandai ke tingkat 1,84 persen pada semester I/2026 dari posisi 3,31 persen pada semester I/2025.

Pihak perseroan menegaskan bahwa penurunan rasio NPL tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta pengelolaan risiko yang makin efektif.

Di sisi lain, perolehan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4 persen menjadi Rp8,5 triliun dari Rp8,1 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan DPK yang melampaui laju kredit ini kian memperkokoh kondisi likuiditas perseroan.

Ditinjau dari kekuatan modal, Bank QNB Indonesia masih menyimpan ruang ekspansi yang luas dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 53,85 persen.

Selain itu, tingkat likuiditas bank juga bertahan aman di atas ambang batas minimum regulator, ditandai oleh Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 144,33 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 129,83 persen.

Menyongsong semester II/2026, perseroan bakal memperkuat sektor corporate and institutional banking dengan mempererat relasi bersama korporasi besar, perusahaan multinasional, serta badan usaha milik negara (BUMN).

Bank juga berniat memaksimalkan jaringan global QNB Group demi membuka berbagai peluang bisnis lintas negara.

Di samping agenda ekspansi, Bank QNB Indonesia terus mendorong pembaruan teknologi, peningkatan mutu layanan nasabah, serta efisiensi operasional sebagai pilar utama transformasi bisnis.

Terkini