JAKARTA - Buang air besar (BAB) merupakan proses alami tubuh untuk membuang sisa makanan yang tidak lagi dibutuhkan. Meski terkesan sederhana, rutinitas yang dilakukan saat berada di toilet ternyata memengaruhi kesehatan serta kenyamanan saluran pencernaan.
Dikutip dari Cleveland Clinic, dokter bedah kolorektal Arielle Kanters, MD, menyebutkan terdapat beberapa rutinitas yang sebaiknya dihindari agar proses pencernaan berjalan lebih nyaman.
Beberapa di antaranya mencakup duduk terlalu lama di toilet, mengejan berlebihan, hingga mengabaikan dorongan alami tubuh. Rutinitas tertentu juga berisiko memicu masalah seperti wasir atau memperburuk sembelit. Lantas, apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari?
Mengejan sedikit saat BAB memang wajar, tetapi mengejan terlalu kuat secara berulang sebaiknya tidak dibiasakan. Tekanan berlebih saat mengejan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus, yang berpotensi memicu wasir maupun fisura ani.
Jika tinja sulit keluar, solusinya bukan mengejan lebih keras. Sembelit dapat disebabkan oleh kurang serat, kurang cairan, minim aktivitas fisik, atau kondisi medis tertentu.
Duduk berlama-lama di toilet sambil menunggu tinja keluar juga perlu dihindari. Kanters menyarankan agar waktu di toilet dibatasi idealnya tidak lebih dari lima menit guna mencegah tekanan berlebih pada pembuluh darah anus.
Jika BAB tak kunjung keluar, beranjaklah dari toilet dan kembalilah saat tubuh memberikan sinyal alami.
Membawa ponsel ke toilet sering kali membuat durasi duduk menjadi jauh lebih lama tanpa disadari. Kanters menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas lain seperti scrolling media sosial, membaca berita, atau membalas pesan.
Gunakan toilet sesuai fungsinya untuk BAB, bukan tempat menghabiskan waktu dengan ponsel.
Setiap orang memiliki jadwal BAB yang berbeda, sehingga memaksakan diri duduk di toilet hanya karena merasa sudah waktunya tidak selalu tepat. Tubuh memiliki sinyal alami yang memberi tahu otak saat usus siap mengeluarkan kotoran.
Jika belum ada dorongan, tidak perlu dipaksakan. Hal terpenting adalah mengenali pola normal tubuh serta mewaspadai perubahan yang menetap.
Sebaliknya, jangan pernah mengabaikan dorongan alami saat tubuh memberi sinyal untuk BAB. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), menahan BAB berulang kali dapat memicu atau memperburuk sembelit karena tinja menjadi lebih keras.
NIDDK mencatat sembelit ditandai dengan BAB kurang dari tiga kali seminggu, tinja keras, serta rasa sakit saat BAB.
Segera konsultasikan ke dokter jika perubahan pola BAB disertai pendarahan, darah pada tinja, nyeri perut menetap, muntah, demam, atau penurunan berat badan tanpa alasan jelas.