Kenali Arti Desil 1-10 dan Kategori yang Dilarang Beli Pertalite

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:36:31 WIB
Seorang petugas melayani pengisian bahan bakar [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah mengkaji wacana mengenai pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite, agar tidak lagi dinikmati oleh masyarakat dari golongan menengah ke atas. 

Rencana tersebut diungkapkan secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan bahwa hingga saat ini masih banyak warga dari kalangan mampu yang kedapatan ikut menikmati subsidi energi tersebut. Bahkan, kelompok masyarakat mampu yang masuk dalam kategori desil 9 dan desil 10 pun masih turut mengonsumsi Pertalite.

"Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah, ini yang kami mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kami yang berhak menerimanya," jelas Bahlil.

Berdasarkan data yang dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos), kelompok desil 9 dan desil 10 menempati posisi teratas sebagai lapisan masyarakat yang dikategorikan berstatus kaya. Desil 9 sendiri merupakan kelompok keluarga yang berada pada urutan 81% hingga 90%, sementara desil 10 adalah kelompok yang mencakup 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi di Indonesia.

Semakin kecil angka desil suatu keluarga, maka semakin rendah pula posisi kesejahteraan keluarga tersebut di dalam pemeringkatan skala nasional. Sebaliknya, angka desil yang semakin besar menunjukkan posisi tingkat kesejahteraan yang relatif jauh lebih tinggi.

Kendati demikian, status desil ini bersifat dinamis. Posisi atau peringkat sebuah keluarga dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan pada aspek pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kondisi fisik rumah, kepemilikan aset berharga, wilayah domisili, maupun berbagai variabel sosial ekonomi lainnya yang digunakan dalam proses pemutakhiran data DTSEN.

Arti Desil 1 sampai Desil 10

Desil pada dasarnya merupakan sistem pengelompokan keluarga ke dalam 10 kategori tingkat kesejahteraan yang berbeda. Masing-masing kelompok desil mencakup sekitar 10% dari total keseluruhan keluarga di Indonesia, yang diurutkan secara hierarki mulai dari tingkat kesejahteraan relatif yang paling rendah hingga yang paling tinggi.

Perlu dipahami bahwa desil bukanlah batas nominal penghasilan atau gaji tertentu dalam rupiah. Angka desil melainkan sebuah indikator yang menunjukkan posisi relatif suatu keluarga di dalam pemeringkatan tingkat kesejahteraan nasional.

Oleh sebab itu, dua keluarga yang mempunyai tingkat pendapatan bulanan yang hampir serupa belum tentu selalu menempati kategori desil yang sama, karena proses penghitungan indikator ini turut mempertimbangkan berbagai aspek kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh.

Penentuan status desil ini menggunakan sejumlah variabel penunjang, di antaranya mencakup jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan dari anggota keluarga, kondisi fisik serta kualitas tempat tinggal, besaran daya listrik rumah tangga, akses terhadap sumber air minum dan sanitasi yang layak, kondisi kesehatan serta riwayat disabilitas, kepemilikan aset, hingga kepemilikan unit usaha.

Berikut merupakan rincian arti dari setiap nilai tingkat desil di dalam pemeringkatan kesejahteraan keluarga:

Desil 1: Kelompok 10% keluarga yang berada pada tingkat kesejahteraan paling rendah.

Desil 2: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 11% sampai 20% terbawah.

Desil 3: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 21% sampai 30% terbawah.

Desil 4: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 31% sampai 40% terbawah.

Desil 5: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 41% sampai 50%.

Desil 6: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 51% sampai 60%.

Desil 7: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 61% sampai 70%.

Desil 8: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 71% sampai 80%.

Desil 9: Kelompok keluarga yang berada pada urutan 81% sampai 90%.

Desil 10: Kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Terkini