Kementerian PU Sebut Penggunaan Aspal Buton Hemat Rp4 Triliun per Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:55:31 WIB
Pekerja beraktivitas pada proyek pengaspalan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengemukakan bahwa langkah maksimalisasi pemanfaatan aspal buton (Asbuton) olahan di dalam berbagai pengerjaan proyek pembangunan serta preservasi jalan tol menyimpan potensi besar untuk memangkas pengeluaran keuangan negara hingga mencapai Rp4 triliun tiap tahunnya.

Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan bahwa kebijakan strategis ini digulirkan guna menekan tingkat ketergantungan Indonesia terhadap pasokan aspal dari luar negeri, sekaligus mengerek tingkat daya saing industri komponen infrastruktur di dalam negeri.

“Kami berharap dengan memanfaatkan aspal Buton ini dapat mengurangi impor aspal, memperkuat industri dalam negeri, serta yang paling penting adalah menghemat devisa negara, yang diharapkan mencapai kurang lebih Rp4 triliun per tahun,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).

Dody menambahkan bahwa pemerintah telah resmi mengesahkan regulasi berupa Permen PU No. 10/2026 serta Kepmen PU No. 6950/2026 sebagai payung hukum untuk mengawal target tahapan implementasi Asbuton olahan secara bertahap sepanjang kurun waktu 2026–2029.

Salah satu varian produk turunan yang saat ini tengah digencarkan aplikasinya adalah Aspal Merah Putih A30, di mana formula ini memadukan 30 persen unsur bitumen Asbuton lokal dengan 70 persen pasokan aspal minyak hasil kilang PT Pertamina.

Penerapan komposisi campuran tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak porsi pemanfaatan Asbuton, yang mulanya hanya berada di kisaran 4 persen, hingga nantinya bisa menembus level 30 persen pada ruas jaringan jalan bebas hambatan.

“Untuk itu, kami berharap Badan Usaha Jalan Tol akan mendukung dan berpartisipasi dalam kebijakan penggunaan Asbuton ini dan tetap menjaga kelayakan teknis dan akademis,” tuturnya.

Kendati sangat mendorong penggunaan komponen lokal dalam negeri, Dody memberikan penekanan tegas bahwa eksekusi kebijakan ini tidak boleh sampai membebani anggaran biaya operasional bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Ia secara khusus meminta kepada seluruh pihak pengelola jalan tol untuk menolak apabila harga jual Asbuton justru dipatok lebih mahal ketimbang produk aspal konvensional biasa, mengingat hal tersebut nantinya bakal berdampak langsung pada penyesuaian tarif tol yang dibebankan kepada masyarakat.

“Kami tidak mau jika nanti Asbuton ini membebani biaya dari BUJT. Jadi target dari Asbuton itu sendiri minimal sama dengan harga aspal hari ini atau kalau bisa kurang,” pungkasnya.

Terkini