Sultan B Najamudin Nilai Kepemimpinan Prabowo Babak Baru Sejarah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:27:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, ketika menyampaikan pidato pengantar dalam agenda Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 yang bertempat di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Jumat, menyatakan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menandai sebuah babak baru dalam lembaran sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia.

"Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya, satu benang merah selalu hadir, daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat. Sejarah itu kini sampai pada satu babak baru, kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Najamudin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap soliditas serta sikap saling melengkapi yang diperlihatkan oleh duet kepemimpinan Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya menegakkan martabat bangsa.

Selain itu, ia turut mengapresiasi berbagai kebijakan strategis yang berorientasi kuat pada kemandirian ekonomi nasional di tengah situasi dinamika geopolitik global yang penuh dengan ketidakpastian.

Menurut pandangannya, Presiden Prabowo telah mengambil langkah-langkah berani demi mengembalikan penguasaan negara atas sektor bumi, air, serta kekayaan alam demi tercapainya kemakmuran rakyat yang selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging," ucapnya.

Ia menganalogikan bahwa proses mencabut duri yang bersarang di dalam daging tentu bukanlah hal yang nyaman, melainkan menyisakan rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Akan tetapi, selama duri tersebut dibiarkan tertancap, luka yang ada tidak akan pernah bisa sembuh secara total.

"Duri itu adalah ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional," ucapnya.

Di dalam isi pidatonya, Najamudin turut menyoroti perihal transformasi ekonomi yang digalakkan di bawah kepemimpinan era pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut penilainya, agenda transformasi ekonomi tersebut menuntut adanya keberanian untuk menetapkan keputusan-keputusan yang tidak mudah demi memperkokoh fondasi perekonomian negara serta mewujudkan Indonesia yang kian berdaulat, maju, serta kompetitif.

Berdasarkan sudut pandang lembaga DPD RI, sebutnya, berbagai kebijakan seperti Danantara, sistem ekspor satu pintu, pencapaian swasembada pangan dan energi, program sekolah rakyat, makan bergizi gratis, Koperasi Desa, Koperasi Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih merupakan satu kesatuan sistem kebijakan yang terintegrasi secara utuh dan saling menopang satu sama lain.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan," katanya.

Ia pun turut memberikan catatan khusus mengenai sektor kemandirian energi yang kini sudah mulai memperlihatkan titik terang yang menjanjikan. Di samping itu, bentuk keberpihakan yang nyata kepada para petani, peternak, nelayan, buruh, serta pelaku UMKM telah bertransformasi menjadi motor penggerak utama.

"Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, tax ratio yang meningkat serta usaha menurunkan kemiskinan dan kesejahteraan terus diupayakan," ungkap Najamudin.

Pada hari Jumat ini, jajaran MPR RI, DPR RI, serta DPD RI secara resmi menyelenggarakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, di mana salah satu mata acara utamanya diisi dengan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di samping acara penyampaian pidato resmi, pihak pemerintah juga dijadwalkan menayangkan video dokumentasi yang merangkum berbagai pencapaian kinerja pemerintah selama ini.

Sidang tahunan ini merupakan agenda resmi kenegaraan dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang pada tahun ini mengusung tema utama "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI tahun ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting kenegaraan, di antaranya Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden Ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hadir pula para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pimpinan partai politik.

Terkini