Restrukturisasi BUMN Berhasil Hemat Keuangan Negara Rp50 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:13:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan laporan bahwa langkah efisiensi serta restrukturisasi yang diterapkan pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sukses mencatatkan penghematan keuangan negara hingga menyentuh angka Rp50 triliun pada tahun 2026 ini.

"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kami telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, kami sudah bisa menghemat Rop50 triliun lebih," kata Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden mengemukakan bahwa pihak pemerintah telah sukses membubarkan dan menutup sebanyak 290 BUMN dari total keseluruhan 1.074 perusahaan yang sebelumnya tercatat ada.

Berdasarkan pandangan Prabowo, deretan perusahaan pelat merah tersebut dinilai sama sekali tidak memberikan kontribusi keuntungan, melainkan justru terus-menerus mendatangkan kerugian.

Kepala Negara menambahkan bahwa pemerintah mematok target agar pada penghujung tahun 2026 nanti, Indonesia hanya akan menyisakan maksimal 300 BUMN saja.

Presiden Prabowo memberikan penegasan bahwa pihak pemerintah hanya akan mempertahankan unit-unit BUMN yang terbukti produktif serta mampu menghadirkan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat luas.

"(Sebanyak) 750 BUMN lebih akan kami tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kami pertahankan," kata Prabowo.

Melalui program perampingan masif tersebut, tutur Presiden Prabowo, negara dapat mengamankan penghematan keuangan yang lebih besar lagi, di mana estimasinya diproyeksikan mampu mencapai kisaran Rp70 triliun.

Dana hasil penghematan anggaran tersebut nantinya dapat dialokasikan secara langsung guna memperbaiki fasilitas puskesmas di seluruh wilayah Indonesia, merenovasi sekolah-sekolah yang rusak, hingga menyediakan hunian layak bagi rakyat yang membutuhkan.

"Target kami Desember 31 2026, kami harus menghemat Rp70 triliun lebih. Kami bisa bayangkan dengan Rp50 triliun, berapa puskesmas bisa kami perbaiki, berapa sekolah bisa direnovasi, berapa rumah bisa kami berikan kepada rakyat," terang Presiden Prabowo.

Pada hari Jumat ini, jajaran MPR RI, DPR RI, serta DPD RI secara resmi menyelenggarakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Agenda kegiatan kenegaraan tersebut salah satunya diisi dengan Pidato Presiden Prabowo Subianto perihal penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di samping penyampaian pidato resmi, pihak pemerintah juga dijadwalkan akan menayangkan tayangan video yang merangkum berbagai capaian kinerja pemerintah.

Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan rutin guna menyambut peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini mengusung tema utama "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Terkini