Pergerakan Harga Emas Hari Ini 13 Agustus 2026 di Pasar Global Domestik

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:15:31 WIB
Ilustrasi Emas.

JAKARTA - Pergerakan harga emas menguat drastis dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 yang lebih rendah dari proyeksi awal, sehingga memangkas spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.

Merujuk data Kitco, harga emas spot menguat 0,9 persen ke level US$4.406,20 per troy ounce pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026).

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 0,1 persen secara bulanan pada Juli dan 3,4 persen secara tahunan, sementara inflasi inti tumbuh 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan.

Laporan ini menggeser proyeksi pasar, di mana probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September merosot menjadi 40 persen dari sebelumnya 48 persen.

Perkembangan tersebut turut menekan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke kisaran 4,68 persen dan tenor 2 tahun ke posisi 4,20 persen.

Meskipun tarif sektor makanan, transportasi, dan kesehatan naik 3 persen secara tahunan, harga bensin di tingkat konsumen justru melandai 3 persen secara bulanan meski masih 15 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan pada harga energi serta dinamika geopolitik di Selat Hormuz tetap menjadi faktor risiko inflasi yang dipantau ketat oleh para pelaku pasar.

Di samping melandainya inflasi, melemahnya pasar tenaga kerja AS yang ditandai pemangkasan 23.000 pekerjaan pada Juli turut memperkecil ruang bagi The Fed untuk mengerek suku bunga.

Pada perdagangan domestik, harga emas batangan Antam berukuran 1 gram di situs resmi Logam Mulia dipatok Rp2.700.000 atau terangkat Rp20.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback emas Antam terkerek naik Rp30.000 menjadi Rp2.546.000 per gram.

Di jaringan Pegadaian, harga jual emas Antam ukuran 1 gram ditawarkan Rp2.788.000, emas cetakan Galeri 24 sebesar Rp2.675.000, dan emas cetakan UBS berada di angka Rp2.730.000.

Analis Dupoin Futures menilai meredanya prospek suku bunga tinggi serta ketegangan geopolitik global terus menopang emas sebagai aset safe haven di posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Terkini