Wakil ASEAN Bersinar di ACL Elite, Indonesia Sudah 15 Tahun Absen

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:40:02 WIB
Lima Klub ASEAN Lolos ACL Elite, Indonesia 15 Tahun Tanpa Wakil [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebuah catatan sejarah gemilang berhasil diukir oleh kesebelasan asal Vietnam, Cong An Ha Noi FC (CAHN), menyusul kesuksesan mereka mengamankan tiket melaju ke babak fase liga ajang AFC Champions League Elite 2026-2027. Kepastian tiket lolos ke fase liga tersebut diraih oleh Cong An Ha Noi FC seusai menumbangkan perwakilan klub asal Australia, Adelaide United, dengan keunggulan meyakinkan skor 2-0.

Duel sengit antara Adelaide United kontra Cong An Ha Noi itu dihelat di Stadion Hindmarsh, Adelaide, pada hari Selasa (11/8/2026) dalam rangkaian babak play-off jalur regional timur. Sepasang gol kemenangan yang mengantarkan sang juara V-League tersebut merengkuh hasil positif masing-masing dicetak oleh aksi David Henen pada menit ke-41 serta sumbangan gol dari Brayan Perea saat pertandingan menginjak menit ke-64.

Pencapaian luar biasa ini tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi publik sepak bola Vietnam mengingat mereka kini dipastikan kembali memiliki representasi klub di pentas kompetisi elite antarklub level tertinggi benua Asia.

Perlu dicatat bahwa kali terakhir Vietnam mengirimkan wakilnya tampil di panggung utama Asia adalah pada edisi Liga Champions Asia 2023-2024 melalui kiprah Hanoi FC. Pada kurun waktu tersebut, Hanoi FC harus tersingkir lebih awal di fase grup usai mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga Grup J berbekal perolehan enam poin dari hasil dua kemenangan dan menelan empat kekalahan.

Selepas sempat absen tanpa mengirimkan wakil selama dua musim beruntun setelahnya, kini klub asal Vietnam itu bersiap mencatatkan penampilan perdana di ajang AFC Champions League Elite dengan mengusung format regulasi kompetisi yang berbeda.

Merujuk pada peta kekuatan regional, dalam dua edisi penyelenggaraan terakhir, zona ASEAN praktis hanya diwakili oleh Buriram United asal Thailand serta Johor Darul Takzim dari Malaysia di panggung ACL Elite. Kendati demikian, pada edisi musim 2026-2027 ini, tercatat ada lonjakan signifikan di mana total lima wakil dari kawasan ASEAN sukses menembus putaran ACL Elite yang berasal dari tiga negara berbeda.

Negara Thailand mendominasi pengiriman wakil dengan meloloskan tiga klub sekaligus yakni Buriram United, Port FC, serta Ratchaburi FC. Sementara itu, Malaysia tetap diwakili oleh Johor Darul Takzim, disusul oleh debut membanggakan Cong An Ha Noi yang membawa nama harum Vietnam.

Menilik kilas balik musim lalu, sepasang wakil ASEAN yakni Buriram United dan Johor Darul Takzim sejatinya mampu melaju hingga babak perempat final. Walaupun demikian, langkah kedua kesebelasan tersebut harus terhenti secara dramatis di tangan lawan-lawannya; JDT takluk di tangan klub Arab Saudi Al Ahli dengan skor tipis 1-2, sementara Buriram United harus mengakui kekalahan 2-3 kala berhadapan dengan wakil UEA, Shabab Al Ahli.

Dengan kehadiran lima wakil kuat pada musim ini, klub-klub asal kawasan ASEAN diharapkan mampu kembali unjuk gigi memperlihatkan kualitas terbaiknya di tengah ketatnya persaingan panggung sepak bola level Asia.

Bergeser melihat situasi sebaliknya, pencapaian yang diraih oleh klub-klub kawasan ASEAN tersebut justru semakin menyoroti kenyataan pahit bahwa kompetisi ranah sepak bola di Indonesia masih tertinggal cukup jauh di belakang. Sejak terakhir kali diwakili oleh Arema Indonesia pada perhelatan AFC Champions League 2011 silam, Indonesia tercatat sudah tidak pernah lagi memiliki klub wakil yang mentas di kasta tertinggi kompetisi antarklub Asia.

Bahkan, eksistensi klub-klub asal Indonesia kerap kali masih harus berjuang keras dan kesulitan untuk sekadar bersaing di level kasta kedua seperti ajang ACL Two, ataupun di level kasta ketiga yakni Challenge League.

Memasuki musim kompetisi kali ini, Persib Bandung bahkan diwajibkan untuk merangkak dari babak play-off terlebih dahulu demi mengamankan tiket lolos ke fase grup ACL Two, di mana mereka dijadwalkan menghadapi tantangan Manila Digger pada tanggal 31 Agustus mendatang.

Dalam catatan dua tahun terakhir, skuad Maung Bandung juga belum mampu berbicara banyak di pentas turnamen serupa. Rekor pencapaian terbaik yang pernah ditorehkan oleh Persib adalah menembus hingga babak 16 besar pada edisi 2025-2026 lalu.

Sementara itu, satu slot wakil Indonesia lainnya dipastikan bakal ambil bagian dalam ajang AFC Challenge League, yakni Borneo FC. Bagi kubu Borneo FC, keikutsertaan di pentas AFC Challenge League ini akan menandai debut penampilan internasional perdana mereka di kancah turnamen antarklub Asia usai sukses merampungkan musim kompetisi Super League 2025-2026 dengan menyandang status sebagai runner-up.

Terkini